DUNIA KECIL KAUAKU
THE MOST BEAUTIFUL THINGS IN THE WORLD IS, THE WORLD ITSELF.
Monday, May 21, 2012
SAHABAT KECIL
kawan, hari ini I want to share you a video. a video which I made a week a go. a vidoe about my little friends, sahabat kecil.
17 mei 2012 kemarin, saya pulang menemui mereka.
dan untuk showing their video.
check this out...
| Reactions: |
Monday, April 30, 2012
KEPEDULIAN, Itu Ada di Sekitar Kita
Apa yang kau rasakan
ketika melihat senyum merekah dari wajah-wajah polos anak pinggir kota?
Saya?
Specchless.
Senyum merekah di
wajah saya, itu yang mungkin kalian bisa
baca segera.
Perasaan itu
melebihi kata-kata indah yang ada dalam puisi.
Karena senyum
anak-anak, guru, dan saya adalah puisi itu sendiri.
Semua begitu dalam,
tak terungkap makna.
Hari ini,
saya mengantar seorang kawan ke sebuah madrasah, di desa Mojogemi dan desa
Sukosari, Kec.Sukowono, Kabupaten Jember.
Kawan saya,
dengan rombongannya sedang menguangkan apa yang telah kami (saya dan kawan saya
dari PT JAPFA Comfeed Indonesia) komunikasikan
dua bulan terakhir ini. Semua yang telah
kami komunikasikan selama ini, telah benar-benar terealisasi.
Sebuah yayasan
Santosa Lestari Sidoarjo telah berkenan merealisasikan proposal yang kami ajukan
bulan maret lalu. Sebuah permohonan alat tulis dan peraga untuk anak-anak
sekolah dasar.
Selebihnya, biarkan foto-foto ini yang bercerita. Selamat membaca foto kami, dan semoga menginspirasi untuk berbagi pula.
Hari ini,
pagi pukul 09.00 WIB, rombongan yayasan tiba di madrasah maqnaul ulum Mojogemi.
Masih dengan anak-anak dan guru-guru namun ditempat yang berbeda. inilah kisah mereka...
Semua berangkat dari sebuah kegelisahan. Kemudian beranjak dari kegelisahan ke sebuah kepedulian. semoga kepedulian tulus itu terus terpatri di hati kami.
Mereka, pihak yayasan, semoga terus berbagi 'semangat' untuk mereka yang terisolasi dari rasa kenyamanan, kebahagian. Mereka, para guru, semoga akan terus berdiri untuk menginspirasi anak-anak itu. Paling tidak, kalian (guru dan pihak2 yang peduli tentang masa depan anak-anak negeri) telah memberikan sumbangsih pada pelunasan janji kemerdekaan yang diikrarkan para pendiri bangsa ini. Dari 'kepedulian' seperti inilah, kalian semua adalah perancang masa depan anak-anak (generasi) bangsa ini.
Mari membayangkan bersama saya, hari ini, detik ini, bahwa anak-anak inilah yang akan kita lihat sebagai Generasi INDONESIA yang paham betul tentang bangsanya sepuluh sampai dua puluh tahun lagi. Jika bangsa ini telah benar-benar terangkat dari kemiskinan dan kebodohan pendidikan di duapuluh tahun mendatang, dan INDONESIA telah benar-benar membuktikan bahwa bangsa ini kaya mausianya. Manusia-manusia yang berkualitas, memiliki generasi 'world class leader and grass root understanding.
Lalu...
Siapakah pejuang dibalik 'mimpi' itu?
KALIAN lah para orangtua/guru/pemimpin/pihak2 yang peduli saat inilah, yang telah Mewujudkan itu.
Hore!!!!
Semangaaatt....;)
nb.terimakasih banyak ibu Galuh, nanox, dan pak dhe telah berkunjung ke kota jember.
foto by niken w
| Reactions: |
Budi Doremi Lebih Terkenal Dibanding Boediono
Ayo, siapa yang tahu wakil presiden kita saat ini?Saya pandangi wajah-wajah polos mereka. Malu-malu. Membisu. Tak ada yang berani menjawabnya. Semua saling pandang satu sama lain. Dan terakhir mata-mata tanpa dosa itu tertuju pada mata saya.Ayo, siapa nama wakil presiden kita?Siapa, ayo?!!Masih sepi. Hanya ada senyum. Saya memberikan sebuah clue.Bu..?Budi...?Budi...?Bu...?Budiiii...?
Seperti biasa, malam ini saya menemani sahabat kecil belajar.
Kali ini, mereka belajar untuk persiapan ujian tengah semester esok pagi. Malam
ini tak semua sahabat kecil, belajar bersama. Malam ini, hanya ada 3 orang saja
yang saya temani belajarnya. Anak-anak yang lain belajar sendiri-sendiri
dirumahnya.
Semua sedang sibuk mempersiapkan ujian besok. Tak terkecuali
tiga orang yang belajar bersama saya malam ini. Satu orang kelas tiga, seorang
lagi kelas enam, dan seorang laki-laki kelas empat. Semua sedang membuka buku
LKS masing-masing. Membaca. Dan mencoba menghafal serta memahaminya. Tapi
anak-anak lebih banyak menghafalnya.
Menghafal?
Iya.
Metode sks. Belajar semalam suntuk.
Tak apalah.
Metode ini kemungkinan adalah yang termudah bagi mereka.
Anak-anak belajar secara bertahap.
Saya tak memaksa mereka. Saya ingin mereka belajar sesukanya.
Minimal malam ini mereka melakukan usaha, meski kecil, untuk tes besok.
Mereka semua anak-anak biasa saja. Mereka anak rata-rata. Tak
ada yang jenius secara akademik.
Tak “penting” bagi saya saat ini.
Anak-anak masih punya waktu yang panjang untuk berproses.
Saya percaya mereka akan menjadi anak ‘jenius’ pada waktunya. Malam ini mereka
menghafalnya. Suatu saat mereka belajar memahaminya.
Ditengah perjalanan belajar, saya melihat kebosanan di mata
mereka. Kemudian saya putuskan untuk, bertanya disela-sela kebosanan itu.
Drilling.
Karena salah satu dari mereka sedang membaca bab
pemerintahan. Saya mencoba bertanya nama-nama presiden yang pernah memimpin
negara Indonesia hingga sekarang. Awalnya saya bacakan secara urut nama-nama
presiden Indonesia yang pertama hingga yang sekarang, lengkap beserta tahun
menjabatnya. Mereka antusias. Dan mulai menghafal dan memahaminya.
Ajaib.
Anak-anak ini hafal lengkap dengan tahun menjabatnya.
Dari Soekarno, Soeharto, B.J Habibie, K.H Abdurahman Wahid,
Megawati Soekarno Putri hingga presiden Indonesia yang sekarang—Susilo Bambang Yudhoyono.
Nah...sekarang giliran saya menanyakan wakil presiden saat
ini.
Ayo, siapa yang tahu wakil presiden kita saat ini?
Saya pandangi wajah-wajah polos mereka. Malu-malu. Membisu.
Tak ada yang berani menjawabnya. Semua saling pandang satu sama lain. Dan
terakhir mata-mata tanpa dosa itu tertuju pada mata saya.
Ayo, siapa nama wakil presiden kita?
Siapa ayo?!!
Masih sepi. Hanya ada senyum. Lalu saya memberikan sebuah clue.
Bu..?
Budi...?
Budi...?
Bu...?
Budi...?
...???
Budiiiiii....?
Doremi...., salah satu dari
mereka menjawab, memecah kesunyian belajar.
Saya ngakak.
Ngakak se ngakak ngakaknya. Wajah polos itu melihat saya.
Keheranan.
Budi Doremi????! Kata saya...
Saya ngakak lagi. Anak-anak ikutan ngakak.
Saya tak tahan. Perut saya sakit karena menahan tawa.
Ah..anak-anak... (saya masih terpingkal-pingkal)
Kenapa jadi budi doremi yah...(suasana hening jadi crowded)
Ya tuhaaan, Budi doremi lebih terkenal dibanding
Boediono,
sang wakil presiden kita.
Ah...saya specchless.
Begitulah cerita polos itu terjadi.
| Reactions: |
CARRIER IS MORE THAN A JOB: Your Journey to be the #ULTIMATEU
Hari ini adalah besok yang Anda khawatirkan kemarin.
SEKARANG adalah saat yang terbaik untuk menguangkan passion Anda. (Ren
Suhardono)
Baca,
saya suka. Buku apapun pasti saya lahap habis. Tapi ada satu buku yang bikin
saya alergi, yakni buku tentang
pekerjaan dan managemen pekerjaaan, bagaimana menjadi pegawai yang baik, yang
cerdas, dan yang yang yanglain. Pokoknya buku yang mengulas hal-hal demikian
membuat saya cepet bosan. Biasanya saya langsung underestimed, kalau ketemu
buku yang berbau-bau dengan urusan yang satu itu.
Tapi
kali ini saya kena batunya.
Saya
‘bertemu’ dengan sebuah buku yang berjudul “Your Journey to be the #ULTIMATEU”. Saya Tertarik pada
penglihatan pertama. Cover bukunya silver mencolok. Bisa buat bercermin. Pikir
pertama saya, adalah buku tentang motivasi hidup. Bukan buku yang mengulas
tentang pekerjaan.
Kemudian
saya membaca profil singkat si penulis.
RENE’ SUHARDONO adalah
public speaker, penulis, social entrepeneur, career coach, dan penikmat kuliner
dan jalan-jalan. Menulis kolom UltimateU di Kompas Sabtu sejak 2010. Memulai program radio CareerCoach di 87.6
Hard Rock FM Jakarta sejak 2007 dan menulis buku laris Your Job is Not Your
Career. Pendiri ImpactFactory. Colek Rene di twitter:@ReneCC.
Carrier
coach? Apa itu?!!
Saya
tak paham.
Baca
endorsement buku, dari pak Anies Baswedan “
Rene menghancurkan “berhala” (baca:mitos) soal pekerjaan dengan konsep besarnya
tentang karier. Rene membangunkan, ia seperti mengguyurkan air dingin di
kepala: halo, ada yang lebih besar dari sekadar kerja!”
Tulisan
itu mulai mempengaruhi harta terbesar saya—hati. Alhasil saya pun langsung
membelinya dan segera melahapnya satu persatu bab.
Rene
mengawali tulisannya dengan pertanyaan : ARE
YOU LIVING A LIFE THAT MATTERS FOR YOU?
WHAT’S YOUR TRUE STRENGHT*?
Menurut
Rene TrueStrength atau KekuatanHakiki tidak terkait dengan latar belakang
pendidikan, pengalaman atau bidang keahlian yang Anda geluti saat ini.
TrueStrength adalah kombinasi PASSION dan PURPOSE Anda.
Rene
bilang, anda tak harus menjadi seseorang
(bekerja sebagai) yang sesuai dengan kodifikasi profesi yang ada. Jika tak ada
yang sesuai dengan passion-potensi anda, jangan ragu untuk membuat nama
‘pekerjaan’ anda sendiri.
Rene
telah berhasil membuat saya terpaku, mengevaluasi, meyakini keyakinan hati saya
melalui analisa tajamnya tentang pekerjaan dan hidup. Yang menarik buat saya
dalam buku ini adalah karena Rene menggunakan kata PASSION, yang kata Rene’ tak
bisa dipisahkan dengan diri (sendiri). Bahwa apa yang kita lakukan harus
ber-passion, sesuai apa yang hati kita inginkan. Katanya lagi, tanpa passion
semua aktivitas hanya sekedar untuk pemenuhan kebutuhan minimal memperoleh
gaji, pangkat, fasilitas kerja dan atribut lain. Jika hidup dan potensi jujur dalam diri hanya
digunakan untuk hal-hal kecil itu, maka rugilah diri dan hidup saya. Tidak ada desakan dari dalam diri untuk terus
menerus menjadikan diri lebih baik.
Your Passion is not What you’re
good at but it is what you enjoy the most.
Passion
adalah anak tangga pertama sebuah perjalanan karier. But your carrier is not
your job. Jangan menyamakan pekerjaan dengan karier. Pekerjaan adalah alat bagi
organisasi untuk mencapai tujuan tertentu dan alat bagi individu untuk terus
tumbuh sebagai pribadi dan profesional. Siapapun bisa dipecat dari pekerjaan,
namun tak akan bisa dipecat dari karier. Karena Your carier is yours, your
career is you. Carrier is more than a job. It talks about you, your life, your contribution to others and it talks what
you enjoy the most.
Pertanyaan
kedua yang ia ajukan adalah: WHAT’S YOUR
CONTRIBUTIO AND IMPACT?
Kontribusi
adalah manfaat nyata yang dirasakan orang selain diri sendiri atas eksistensi
diri. Kontribusi optimal tercipta saat seseorang bekerja, berkiprah, dan
berkarya di dalam TrueStrenght sepenuhnya. Dan Impact adalah intensitas
kedalaman dan sebaran setiap kontribusi yang diberikan.
Life
is meant for living. Kehidupan sering kali disalahkaprahkan dengan “persiapan
menjalani kehidupan” (hal.44). sebagian
besar manusia tergesa-gesa mengejar “kesuksesan” tanpa merasakan kehidupan itu
sendiri. Padahal the process to get, there is more valuable than actually
reaching the destination. Hasil (kebahagian yang dicapai) adalah bonus, tak “sepenting”
kita menjalani proses menuju yang kita “inginkan”. Dengan “menikmati” sebuah
prosesnya kita akan belajar. WE LEARN.
Belajar
kapanpun, belajar dar siapapun, belajar dari apapun mutlak diperlukan dalam
proses bertransisi dari pengetahuan menuju pemahaman dan akhirnya, kepedulian.
Apalah
arti kita, jika Nyawa yang tuhan beri, oksigen yang kita hirup secara gratis
dan potensi diri yang ada dalam diri, kita gunakan pada hal-hal seadanya,
pragmatis, karena kebutuhan yang standar atau kebahagian jangka pendek,
misalnya dapat gaji besar, bisa beli mobil, beli rumah dan materi2 yang
lain. Tapi setelah itu apa? Apakah yang
anda lakukan ada ‘kontribusi’ untuk orang lain.
Terakhir
Rene bertanya: DO YOU CARE?
DO WE NEED PERMISSION TO BE
SUCCESSFUL & HAPPY?
JUST DO WHAT YOU
LOVE ON YOUR OWN TERMS
AND GREAT MONEY
WILL FOLLOW YOU
THINK
LESS FELL MORE, WORRY LESS DO MORE
| Reactions: |
Subscribe to:
Posts (Atom)

