Thursday, April 19, 2012

Perkenalkan...


·    Sahabat. Sahabat kecil saya...
·    Here they are...


Voka erdiasyah...bocah kecil kelas 4 ini sekarang berumur 9 tahun. Oka panggilannya. Kebetulan dia sepupu saya dari adik ibu saya, paman. Dia motivasi terbesar saya. Dia lah yang mengawali kegelisahan pikir saya tentang ‘anak-anak’ di kampung ini. Someday I will write his story...wait ya?! 

Miftahul Amien...bocah laki-laki kecil kelas 3 ini sekarang berumur 9 tahun. Tingginya sekitar 120 an tapi ia berbadan gempal. Sehat. Beberapa hari ini yang saya amati dari bocah ini, sering membawa HP berradio dan ber’tv’...tak pernah lepas semenitpun dari tangan-tangan kecilnya.  Ketika kawan-kawan yang lain asyik bermain atau ngobrol, ia malah terlihat asyik mencari (memencet-mencet)signal radio atau tv pada hp buatan cina yang ayahnya baru belikan.

Rizky....bocah kecil kelas 4 ini sekelas dengan voka. Rumahnya tepat dibelakang markas Sahabat kecil. Mempunyai tinggi mirip miftahul, tapi punya badan tak se gempal mift. Ia kurus. Yang saya tahu, ia pandai menari. Waktu itu pernah unjuk kebolehan di depan mata saya, he can dance, breakdance. Yeaaaahh...
Sepertinya anak-anak suka dance. Mereka belajar otodidak. Some day i will copy the breakdance video for them.

Next,

Merryn....gadis kecil kelas lima ini punya nama panjang. Panjang sekali. Hingga saya tak mampu menghafalnya. Yang saya tahu dia dipanggil merryn. Someday saya coba menghafal namanya. Ia pandai. Punya tinggi sekitar 130 cm. Sepenglihatan saya, ia sedikit tomboy. Entahlah...saya coba observe lagi. Sepertinya ia punya bakat melukis. Ayahnya yang seorang pelukis, kemungkinan adalah sumber inspirasinya.

Tyas....si gadis kecil, paling kecil di antara sahabat kecil yang lain. Ia masih duduk dibangku kelas satu. Menulis dan membaca saja ia masih tertatih. Si kecil ini ikut-ikutan belajar si kakak, yang tak lain tak bukan si Merryn. Tyas, menarik buat saya. kepolosan mimik dan ucapnya adalah yang paling saya gilai dari seorang bocah bernama panjang ini. Haha..iya, bocah ini juga punya nama panjang sama seperti kakaknya. Saya juga tak mampu menghapalnya. Ada yang menjadi ciri khas dari anak ini..sedikit-sedikit ia mengeluarkan jurus andalannya, andalan anak kecil, merengek trus nangis. Ia penakut. Maklum masih kecil. Hati-hati jangan mengganggunya..ia akan mengeluarkan jurus andalannya itu, hingga membuat yang lain memberikan waktu untuknya dan bertanya..kenapa? dan si tyas hanya menjawab dengan...huwwwwwaaaaaa.....aaaaa.....aaaaa....
hahaa...tyas..tyas....;-D

Ulfatun Nabila....gadis Sd ini yang paling besar diantara sahabat kecil yang lain. Ia kelas enam. Tingginya sekitar 140. Kebetulan dia juga sepupu saya. anak dari pak de saya. ia juga tomboy. Ah...entahlah..kenapa banyak yang tomboy di kelas saya!hahaa... setahu saya, si uul ini yang paling ditakuti anak-anak yang lain. Semua seperti tunduk, patuh pada gadis ini. Entahlah..kemungkinan ia yang paling besar. semua aturan yang ia buat, harus dipatuhi..kalo tidak..tunggu sanksinya... anak ini juga moodi...one day, saya pernah kena moodynya itu... hah! Saya harus banyak belajar, observasi dan developing di berbagai lini mengenai anak-anak, belajar, hobby, psykologi etc

Kisma....saya tak tahu nama panjang anak ini. Gadis kelas tiga ini, se kelas dengan miftahul. Saya suka rambut ikalnya. Manis dan imut. Seringkali dijadikan bahan gojlokan kawan-kawan yang lain. Tipikal anak-anak. Terkadang marah, tersirah diwajahnya yang imut. Tapi ia setia. Ah anak-anak..selalu menemukan caranya sendiri dalam menyelesaikan masalah pribadinya....
Then,

Wulan... ia paling bongsor dari sahabat yang lain. Tinggi nya sekitar 146 cm. Hampir mengejar saya. anak kelas empat ini pandai. Ia mudah mengikuti pelajaran apapun. Kadang ia terlihat begitu dewasa dari pakaiannya. But..sometime not.... anak-anak selalu seperti bunglon. Tapi ia tetap anak-anak...

Della...ia si gadis kecil. Meski kelas tiga. Ia ber ukuran lebih kecil dari kisma dan miftahul. Kemungkinan 112 cm tingginya. Ia gadis rajin. Sepertinya ia tak suka membaca cerita. Apalagi mendengarkan saya membacakan cerita. Saya pernah melihatnya terkantuk-kantuk mendengar saya membaca laskar pelangi, padahal kawan-kawan yang lain membelalakkan matanya, tanda antusias. Ah della..kamu mengingatkan saya pada murid saya waktu SMA..., soim...;)

And the newest from this group...

Prio...begitu ia memperkenalkan diri pada saya. kelas empat. Sekelas dengan oka dan rizki. Saya tak bisa menceritakan lebih banyak hal tentang anak ini. Masih dalam tahap observasi selanjutnya...


The last words, I want to say...I love you kids...nice to read you like this. Saya akan terus membaca kalian....



Sunday, April 15, 2012

SAHABAT KECIL: sebuah kelompok belajar dalam rumah baca tanpa nama

Sahabat Kecil. Mereka ada karena sebuah keterikatan. Keterikatan zaman. Keterikatan dalam usia yang sama. Keterikatan cerita yang tanpa sadar terikat erat. Mereka adalah sebuah cerita yang layak saya ceritakan. saya ingin mengabarkan ke pada dunia, bahwa mereka ada. Meski saya tak tahu sampai kapan saya akan terus mengabarkan tentang mereka.
finally, enjoy aja deh..;)




Your Eyes On My Story

Ingatan saya tentang mereka.
Kelak jika sudah dewasa, mereka bisa mengunjungi kembali ingatan saya hari ini.
just for you guyz, my little buddy in my mature life.

MBOLANG ke hutan. Exploring the forrest!



 

Add caption





HALLO;-)

sudah lama sekali saya tidak posting kabar, cerita tentang kauaku...
tapi mungkin kali ini saya mau posting ingatan saya yang direkam lewat camera digital cannon.hasil jepretan niken, kawan saya.
camera adalah media lain saya untuk menyimpan selain ingatan dan tulisan. cerita ini tentang mereka, sahabat kecil saya...








Tuesday, January 17, 2012

Sebuah Mimpi: RUMAH BACA

22.Desember.2011


Saya mulai dari...

Begini...

...

Gila. Saya sudah mulai gila....

Gila dalam mimpi-mimpi, keinginan-keinginan, harapan-harapan.

Yang tak kunjung terealisasi.

Mimpi. Saya benar-benar menggilai mimpi.

Hari ini begitu muak dengan imajinasi yang selalu bertengger di kepala. Selalu menghantui. Selalu bergerak kesana-kemari tanpa ampun. Tak punya aturan. Selalu berbenturan dan sengaja membenturkan diri satu sama lain. Hingga membuat saya ingin menembak saja, isi kepala ini dengan peluru baja. Meledak. Hah!

Hari ini saya bertekad, memulainya.

Mulai menjumputi kembali puzzle-puzzle mimpi yang berserakan dikepala.

Ambil nafas... uuuuuuuuufffffffffffffffhhhh

Buang,...Ffffffiiiuuuuuuuuuuuhhhh....

Pelan.

Pelan sekali.

Biarkan tenang.

Hingga kepalamu tak lagi seperti diserbu seribu kutu atau sengatan aliran listrik mematikan...

Tersenyumlah....

##

Bermula...

Kepulangan saya ke rumah (Banyuwangi) satu minggu yang lalu, membuat saya berikrar. Lebih tepatnya berikrar kembali. Ikrar itu, Kali ini harus benar-benar dipenuhi.

Sebuah keinginan untuk membuat sebuah rumah baca di kampung halaman. Rumah baca sekaligus tempat berkumpul, bermain dan tentunya belajar untuk anak-anak polos di “negeri kecil”. Saya tiba-tiba yakin, bahwa sudah saatnya memulai mimpi-mimpi saya itu hadir didepan mata. Nyata.

Maka saat itu, setelah dapet konfirmasi bagus dari ibu dan bapak. Maka saya pun mencoba memulainya dengan menge-list apa saja yang dibutuhkan.

***



Desember, 16. 2011

Money...money...money...

I need money...

Money...

Haha...

I need me and myself. This is the right one ;-)

Sekarang mungkin sudah waktunya. Mulai membuka dan menyentuh mimpi-mimpi yang sudah saya simpan 2 tahun terakhir. Saya harus segera buka the dream box itu dengan segala bentuk keyakinan....

Jumat lalu, saya sedang pulang ke rumah. Pelan-pelan membicarakan keinginan saya dengan bapak dan ibu. Syukurlah, mereka pun sehati dengan saya.

Rumah itu, tempat saya dibesarkan dan tumbuh alami secara sendirinya, (saya dan orangtua) sudah menghibahkannya untuk kegiatan “charity” untuk anak-anak desa dilingkungan saya. sebuah rumah baca kecil, akan berdiri disana. Ditambah pendidikan gratis untuk anak-anak yang belum pernah menyentuh buku dan pensil sekalipun. Kursus-kursus sekolah dasar, gratis. Dan kursus komputer, insyallah akan ada.

Dan...yang menjadi kegelisahan saya adalah, Semua itu butuh uang.

Saya harus melakukan sesuatu...

Saya harus kumpulkan uang,

dan tentu, tenaga dan pikiran saya secara total...

hari ini, untuk taman baca yang terkumpul adalah buku-buku koleksi saya. mungkin sejumlah hampir 200 buku. Saya akan coba mengirim proposal “sumbangsi buku” ke dinas pendidikan atau toko-toko buku atau instansi-instansi yang bersedia membantu. Saya percaya, diluar sana banyak anak-anak muda yang se-ide, dan se-keinginan, se-citacita untuk negeri ini, terutama untuk anak-anak yang kurang beruntung.

Dan juga yang terkumpul dalam diri saya adalah, sebuah keyakinan bahwa tuhan akan memeluk mimpi-mimpi saya.

saya hanya ingin berbagi. Berbagi dengan mereka. Anak-anak kampung saya. mereka harus punya mimpi. Minimal itu yang akan membawa mereka akan tetap terus menjalani hidup.

saya ingin berbagi mimpi saya dengan anak-anak.

Seperti john lennon yang berbagi mimpi dengan saya. A dream you dream alone is only a dream. A dream you dream together is reality. Terimakasih, kata-kata ajaibnya john....

Semoga melalui pendidikan yang baik dan menyenangkan, anak-anak kampung saya punya gairah tentang hidup dan dirinya sendiri. Amin...

Life is so beautiful kids....

I hope you believe it too!;)

p.s.

Ok, i believe that it is easy...;-)

Cheers.

***

Dan pada tanggal 17 desember, akhirnya saya bisa beli papan tulis/white board (besar + kecil). Yeaaahhh!;-P

Uang saku satu bulan saya kurangi, 150 ribu untuk harga dua papan tulis kecil+besar. Senangnya, sudah berani menyisakan uang saku untuk realisasi “mimpi” rumah baca itu. tunggu pengorbanan selanjutnya..haha..

***

Aufklarung!

Sebuah pencerahan tentang “money” haha...

Dua minggu yang lalu, saya lupa kapan tepatnya. Saya dapat tawaran kursus privat untuk anak SD dari seorang teman sahabat saya. Angin baik sedang bertiup pada mimpi saya. Menyentuh mimpi saya, seolah hendak berkata “ hei, ambil saja tawaran itu! nanti kan bisa buat beli rak-rak buku yang kamu butuhkan untuk rumah bacamu.” Heemmm, betul juga!

Tanpa pikir panjang, saya menerima tawaran itu. Rp.350 ribu satu bulan. Lumayan.

Bisa beli rak-rak buku!;-)

Bahagianya saya.

Terimakasih angin segar dan rizki halal yang telah di “salurkan” kepada saya tuhan, melalui sahabat saya (mb.obib) dan teman sahabat saya (mb.risa) yang telah “mau” menjadi perantaraNya.

Saya meyakini, Ini adalah salah satu pintu yang terbuka untuk rumah mimpi saya itu.

***

Kemarin malam, 19 desember, hari pertama saya mengajar privat. Menyenangkan. Selain karena uang, sejujurnya saya sedang ingin menikmati sekaligus observasi tentang anak-anak, psikologi, kecerdasan, behaviour, attitude, imajinasi, kecerdasan linguistik anak-anak yang sedang saya temani belajarnya.

Sungguh menyenangkan mampu membaca semua itu.

Saya harus sabar.

Sabar pada karir saya. Coz carrier is yours, carrier is you”, kata Rene Suhardono.

You have to be passion. Life is in proggress, it is the true of life.

And this is MY PASSIONS.

Saya percaya, bahwa ini adalah passion saya. keinginan hidup saya.

Dan selama beberapa hari ini hingga tadi malam, kepala saya dipenuhi dengan rencana-renaca membuka” rumah baca” itu. begitu Liar isi kepala ini!. Entahlah saya sudah tak sabar untuk membukanya segera.

Bahkan setelah bangun pagi tadi, pikiran saya masih memikirkan hal yang sama seperti yang tadi malam saya pikirkan. Hah!

Keyakinan saya yang begitu tinggi pada mimpi, tak luput oleh keraguan yang menggoda saya. seringkali “mendadak rombeng” (meminjam istilah teman saya: zaki) tiba-tiba oleh pandangan sebelah mata orang lain bahkan yang lebih sering mengganggu adalah keraguan pada keyakinan diri tentang mimpi yang saya yakini. Is my dream reality?

Di saat yang bersamaan, tuhan juga kembali meyakinkan saya pada “mimpi” itu.

Seperti satu jam yang lalu, sebuah sms datang dari teman sahabat saya itu (yang menawari les privat). Kami baru bertemu untuk pertama kalinya, setelah adegan tawaran mengajar telah menghasilkan sebuah kesepakatan tadi malam. Pagi ini, Dia menyapa saya dalam sms: Ass...

Hanya itu.

Kemudian saya reply; wa’alaikumslam... ada apa mbak?

Dia membalas: Nurul, pean maw gk ngjar ank kelas 3 sd rumhnya tman gading, sore smggu 3x

Saya tertegun membaca pesan itu.

Angin segar dan rizki halal itu menemui saya lagi. Tawaran lagi! Saya senang sekali. Saya segera menyetujuinya. Dan segera berdoa dalam hati, tuhan beri kekuatan dan kemampuan agar saya bisa melakukan ini dengan baik. Amin.

Rumah baca itu akan segera terealisasi. Atas izin Mu, Allah.

.....

Anak-anak, tunggu mbak hikma ya,

Love you always.

Jember, 20 desember 2011.

Magrib. Januari, 02. 2012. Finally, papan tulis yang saya kirim dari jember, telah sampai dibanyuwangi, di kediaman saya.


...tobe continue...